Apakah Semua Kitab Suci Setiap Agama adalah Firman Tuhan?

Petanyaan:

Jika semua agama besar dan kitab sucinya berbicara tentang Tuhan Yang Maha Esa, apakah itu bermakna bahwa semua kitab suci agama ini, seperti Alkitab milik umat Kristiani, kitab Weda dan sebagainya adalah firman Tuhan? Apakah itu berarti bahwa agama manapun yang diikuti baik itu Islam, Hindu atau Kristen semuanya sebenarnya sama saja dan satu jua?

Jawab:

Saudariku mengajukan pertanyaan bahwa tadi saya telah mengutip beragam ayat-ayat kitab suci dan telah memberikan bukti tentang perkara ketuhanan Yang Maha Esa (Monotheisme). Apakah dengan demikian agama yang mana saja kita ikuti baik itu Kristen, Hindu ataupun Islam, semuanya sama dan satu jua?

Saudariku,

Banyak orang yang mempunyai pAndangan yang keliru bahwa kehadiran Islam mulai ada sejak masa kenabian Muhammad SAW yang mereka anggap sebagai pendiri agama Islam, yakni sekitar 1400 tahun yang lalu. Dalam kenyataannya, Islam sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala, yaitu semenjak manusia menginjakkan kakinya di muka bumi. Al-Qur’anul Karim menjelaskan dalam surah Fathir, surah ke-35, ayat 24, “…dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”. Al-Qur’anul Karim menerangkan di dalam surah Ra’d, surah ke-13, ayat 17, “…dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk”. Berdasarkan keterangan nama, Al-Qur’an menyebutkan ada 25 nama nabi dan rasul di dalamnya. Namun, Nabi Muhammad SAW menyebutkan terdapat lebih dari 124.000 rasul yang diutus ke muka bumi.

Berdasarkan keterangan dalam AL-Qur’an, kita mengetahui hanya 25 nama yang disebutkan di dalam Al-Qur’anul Karim, misalnya Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Sulaiman, dan Nabi Muhammad SAW. (Semoga Allah SWT memberikan rahmat kepada mereka semuanya). Namun, terdapat lebih dari 124.000 rasul yang diutus. Demikian pula halnya pada kitab-kitab suci, secara nama kita hanya mengenali empat kitab wahyu yang diturunkan Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa, yakni kitab Taurat, kitab Zabur, kitab Injil, dan kitab Al-Furqaan (kitab Al-Qur’an). Kitab Turat adalah kitab wahyu yang diturunkan kepada nabi Musa a.s., kitab Zabur adalah kitab wahyu yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s. kitab Injil adalah kitab wahyu yang diturunkan kepada nabi Isa a.s., dan kitab Al-Furqzzn (Al-Qur’anul Karim) adalah kitab wahyu terakhir yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Namun, jika Anda teliti semua kitab suci tersebut, apakah merupakan firman tuhan atau bukan. Misalnya Alkitab, bisakah saya katakan bahwa Alkitab merupakan firman Tuhan? Kami beriman kepada kitab Injil, yakni kitab wahyu yang diturunkan kepada Isa a.s.  Alkitab yang dimiliki oleh kaum Kristiani pada masa sekarang bukanlah kitab wahyu yang kami imani. Di dalam Alkitab memang ada firman Tuhan, perkataan para nabi, perkataan para ahli sejarah, dan juga kata-kata porno. Secara keseluruhan, alkitab bukanlah merupakan firman Tuhan. Tidaklah mengherankan bila kita mendapati para pakar Kristen terus melakukan revisi-revisi terhadap Alkitab. Kami beriman kepada kitab Injil yang asli yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Namun, Alkitab yang ada pada masa sekarang bukanlah kitab wahyu yang benar. Mungkin saja sebagiannya mengandung wahyu. Lalu, bagaimana untuk mengecek bagian ayat yang benar? Kita bisa mengeceknya dengan menggunakan kitab Al-Furqaan (Al-Qur’an). Demikian pula halnya, jika Anda cermati semua rasul yang diutus sebelum masa kenabian Muhammad s.a.w., dan juga semua wahyu yang diturunkan sebelum masa kitab suci Al-Qur’an. Semua diturunkan untuk kaum yang terbatas dan kabar-kabar wahyu tersebut dipatuhi, dipatuhi hanya dalam masa/periode-periode tertentu saja. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam kitab Al-Qur’an, surah Ali Imran, surah ke -3, ayat 49, “dan (Isa sebagai) rasul kepada bani Israel…” pesan wahyu tersebut diulang kembali di dalam surah Shaff, surah ke-61, ayat 6, “ dan ingatlah ketika Isa putra Maryam berkata “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu..”. pesan yang sama juga terdapat di dalam Alkitab, yakni di dalam kitab Injil Matius, pasal 10, ayat 5 dan 6, yang menjelaskan bahwa Yesus Kristus berkata kepada murid-muridnya untuk tidak pergi ke negeri-negeri orang-orang kafir (Gentiles). Siapakah yang dimaksudkan dengan orang-orang kafir tersebut? Mereka adalah orang-orang non Yahudi, yakni orang-orang Hindu, kaum Muslimin dan sebagainya. “janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain..” ayat tersebut berarti bahwa dia (Yesus kristus) diutus hanya untuk bani israel. Yesus Kristus mengatakan sebagaimana termuat di dalam kitab Injil Matius pasal 15 ayat 24 bahwasanya, “Aku tidak diutus melaikan hanya kepada umat Israel”. Jadi, semua rasul dan keempat kitab wahyu tersebut dikisahkan di dalam kitab suci Al-Quran. Namun, terdapat pula beberapa wahyu lain juga diturunkan Allah SWT, seperti shuhuf Ibrahim dan beragam wahyu lainnya. Hanya, semua wahyu yang diturunkan sebelum kitab suci Al-Qur’an dan semua rasul yang diutus sebelum masa kerasulan Muhammad SAW. Semuanya diturunkan dan diutus hanya untuk kaumnya saja, dan barlaku hanya pada masa/periode tertentu saja. Akan tetapi, nabi kita yang tercinta, Nabi Muhammad s.a.w., sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Qur’anul Karim, surah Al-Anbiya, surah ke-21, ayat 107, “dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. Al-Qur’anul karim dalam surah Saba, surah ke-34, ayat 28 disebutkan, “Dan Kami tidak mengutus kamu , melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”.

Demikian pula halnya, semua kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT pada masa sebelum era Al-Qur’an, semuanya diturunkan untuk kaum/ umat terbatas saja dan berlaku untuk masa/periode waktu tertentu saja. Namun, Al-Qur’anul Karim di dalam surah ibrahim, surah ke-14, ayat 52, dan dalam surah Al-Baqarah, surah ke-2, ayat 185, dan surah Az-Zuwmar, surah ke-39, ayat 41, disebutkan bahwa Al-Qur’an itu diturunkan untuk seluruh umat manusia. Berkenaan denganpertanyaan Anda, apakah kitab-kitab suci tersebut seperti kitab suci Weda, Alkitab, kitab Zend Avesta, kitab Dasatir, dan kitab Upanishard, merupakan firman Tuhan  Yang Maha Kuasa? Apa yang bisa saya jelaskan di sini adalah bahwa kami mengimani kitab Injil sebagai firman Tuhan. Alkitab yang ada pada masa sekarang ini bukanlah merupakan firman Tuhan.

Berkaitan dengan kitab Weda, kitab Upanishard, kitab Geeta, kitab Zend Avesta, kitab Dasatir, mungkin saja semua kitab itu merupakan firman Tuhan. Mungkin saja. Saya tidak bisa memastikannya karena Al-Qur’an tidak ada menerangkan bahwa kitab Weda adalah firman Tuhan. Saya tidak bisa memastikannya. Saya hanya bisa mengatakan mungkin saja kitab-kitab tersebut adalah firman Tuhan. Namun, Andaikan kitab-kitab suci tersebut adalah firman Tuhan, semua kitab suci kecuali Al-Qur’an telah mengalami pengubahan dan perubahan, yang dilakukan oleh tangan-tangan kotor manusia. Semua kitab suci tersebut telah diubah-ubah. Terdapat seorang pengkritik keras terhadap Islam yang terkenal, yakni William Myore yang mengatakan pada 200 tahun yang lalu, beliau mengatakan bahwa satu-satunya kitab suci yang masih terjaga kesuciannya adalah Al-Qur’an, dan itu telah berlangsung selama 12 abad lebih lamanya. William Myore yang merupakan seorang pengkritik keras terhadap Islam bahkan mengakui bahwa Al-Qur’an telah terjaga keasliannya sealama 12 abad. Dia mengatakan ini pada 200 tahun yang lalu. Jadi, berkaitan dengan persoalan rasul-rasul Allah, apakah Ram atau Lakhsman juga merupakan rasul yang diutus oleh Allah SWT? Mungkin saja, saya tidak tahu persis mengenai hal itu. Tetapi untuk Yesus Kristus jelas ia adalah rasul karena hal tersebut dinyatakan di dalam Al-Qur’an. Namun nama Ram, Buddha atau Zoroaster tidak disebutkan di dalam Al-Qur’an. Apa yang bisa saya sampaikan adalah bahwa mungkin saja mereka itu para rasul Allah, saya tidak tahu persis. Namun, seAndainyapun mereka itu para rasul Allah, tentulah mereka diperuntukan hanya untuk masa/periode waktu tertentu saja, dan juga diturunkan hanya kedpada segolongan umat saja. Ayat-ayat wahyu yang turun sebelum masa Al-Qur’an, ayat-ayat tersebut hanya diperuntukkan bagi sebolongan umat yang tertentu dan berlaku untuk masa/periode yang terbatas saja. Jadi, seAndainaya kitab-kitab terakhir tadi merupakan firman Tuhan dan nama-nama orang yang terakhir tadi adalah para rasul Allah, tetaplah Anda harus dan berkewajiban untuk mengikuti rasul penutup dan terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Bahkan, Andai kata ayat-ayat kitab suci yang lain tersebut adalah firman Tuhan pada masa sekarang ini Anda harus mengikuti kitab wahyu penutup dan terakhir yang didampaikan oleh Allah SWT, yakni berupa Al-Quranul Karim, dan tidak ada kitab wahyu yang lain selain itu. Berkenaan dengan poin pertanyaan bolehkah Anda menjadi seorang Kristiani, seorang Hindu, atau seorang Muslim karena semuanya (agama) dianggap sama? Tidak bisa, saudariku, karena semua itu adalah tidak sama. Mengapa? Karena jika Anda perhatikan, Al-Qur’anul Karim menjelaskan di dalam surah Ali Imran, surah ke-3, ayat 52, “bahwasanya Yesus Kristus itu adalah seorang Muslim. Demikian pula diterangkan di dalam Alkitab yakni di dalam kitab Injil Yonhannes, pasal 5 ayat 30, “ Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengurus Aku”. Jika Anda terjemahkan dalam bahasa Arab, kalimat tersebut akan berbunyi, “…bukan atas kehendakku, melainkan atas kehendak Bapa”. Itu tidak lain adalah Islam. Yesus Kristus adalah seorang Muslim. Tentang Ibrahim a.s., diternagkan di dalam Al-Qur’an, yakni di dalam surah Ali Imran, surah ke-3, ayat 67, yang berbunyi “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang hanif lagi berserah diri (Muslim)…..”. jadi pada masa sekarang jika Anda harus memilih agama, maka pilihlah agama Islam.

Al-Qur’anul karim menerangkan di dalam surah Ali Imran, surah ke-3, ayat 19, “sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..” walaupun agama-agama yang lain juga berbicara tentang monotheisme, akan tetapi monotheisme itu sendiri tidaklah cukup memadai. Karena selain Anda harus mengimani perkara tauhid, juga harus menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Demikianlah mengapa Al-Qur’anul Karim mengulang keterangan wahyunya di dalam surah Ali-Imran, surah ke-3, ayat 85, yang berbunyi “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”. Saya berharap penjelasan saya ini menjawab pertanyaan tersebut.

This entry was posted in Tanya Jawab. Bookmark the permalink.

One Response to Apakah Semua Kitab Suci Setiap Agama adalah Firman Tuhan?

  1. Frans Sinatra says:

    Luar biasa bila anda mengatakan Yesus Kristus adalah seorang muslim. Ibrahim juga muslim, semua Nabi muslim berarti ya? Jangan2 sebentar lagi anda mengatakan Sidarta Gautama akhirnya bertobat sebelum meninggal dan menjadi seorang muslim. Rasul-rasul Tuhan akhirnya semuanya menjadi muslim.ckckck…luar biasa anda ber asumsinya terlalu dalam dan tanpa bukti apa pun kecuali anda sendiri hidup dalam masa itu. Kemudian anda mengatakan agama yang di ridhai Allah adalah agama Islam. Allah yang mana? Allah ciptaan Muhammad mungkin menurut anda yang tidak jelas Allah yang mana? Allah yang bias, tidak jelas tertuju kemana. Karena Allah atau Tuhan hanyalah sifatnya Yang Esa. Namun Allah/Tuhan punya nama asli yang tidak boleh disebut sembarangan. Di Alquran tidak ada nama asli Allah/Tuhan di Alkitab ada. Di Alquran nama asli Tuhan/Allah sudah dihapus menjadi nama Allah yang bias yang tidak jelas Allah yang mana? kalau pun anda sembahyang,dzikir, zakat dll menjadi tidak jelas beribadah ke siapa? coba anda renungkan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>