Agama Zoroasterisme

Sekarang, mari kita bahas konsep ketuhanan di dalam keyakinan agama Zoroasterisme. Zoroasterisme adalah suatu agama yang tergabung dalam kelompok agama non-Semitik, Arya, dan non-Vedic, berbeda dengan agama Hindu. Ia merupakan agama yang dibawa oleh seorang nabi. Nama lain dari agama Zoroaster ini adalah Parisisme. Agama ini didirikan oleh nabi Zoroaster. Agama Zoroaster merupakan agama kuno di Persia yang telah berusia 2500 tahun. Dan kitab-kitab suci mereka adalah kitab Dasatir dan kitab Awesta. Kitab Dasatir terbagi ke dalam ‘Khurdadasatir’ atau ‘Kalan Dasatir’. Sedangkan kitab Awesta bisa terbagi lagi ke dalam ‘Kurdha Awesta’ atau ‘Kalan Awesta’, atau ‘The Maha Awesta’ atau ‘Zendth Awesta’. Di kantor IRF, kami mempunyai salah satu edisi kitab Awesta dan ragam terjemahannya.

Para pengikut Zoroaster atau kaum Parsis menyebut Tuhannya dengan sebutan ‘Ahora Mazda’. Kata ‘Ahora’ berarti Tuhan, dan kata ‘Mazda’ berarti bijaksana, ‘Ahora Mazda’ berarti Tuhan Yang Maha Bijaksana. Dia mempunyai beberapa nama, dan nama-nama Nya disebutkan di dalam kitab Dasatir. Misalnya, Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, Dia yang tidak mempunyai anak, Dia yang tidak memiliki asal dan tidak memiliki akhir, Dia tidak mempunyai bapak, ibu, istri dan anak. Dia tidak mempunyai rupa (gambaran). Dia berada di luar jangkauan pikir manusia. Tidak ada yang setara dengan Nya. Tidak satupun orang yang bisa menyaksikan Nya. Dia berada di luar kemampuan pikir manusia. Dia lebih dekat daripada diri Anda sendiri.

Ada juga nama-nama lain yang diperuntukan bagi Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagaimana disebutkan di dalam kitab Awestha, yakni kitab suci yang lain dari agama Parsis ini. Disebutkan di dalam kitab Awestha, dalam kitab Kathas dalam kitab Yasna bahwa Dia adalah Sang Pencipta. Di dalam kitab Yasna, pasal 31 ayat 7 dan 11. Dan juga disebutkan di ayat-ayat yang lain dalam kitab Yasna, pasal 44 ayat 7, pasal 50 ayat 11, pasal 51 ayat 7. Di banyak posisi ayat tersebut, Tuhan itu disebut dengan ‘Sang Pencipta’. Ia juga disebut ‘Yang Maha Perkasa’, ‘Yang Maha Besar’. Dalam kitab Yasna pasal ayat 11, dan pada pasal 45 ayat 6, Dia disebut sebagai ‘Yang Maha Pemurah’. Dalam kitab Yasna, pasal 33, ayat 11, kitab Yasna pasal 48 ayat 3, Dia disebut dengan nama ‘Yang Maha Pengasih’. Tidak kurang dari tujuh kali disebut, hanya di dalam kitab Yasna, Tuhan disebut dengan nama/gelar ‘Yang Maha Pengasih’. Yakni di dalam kitab Yasna pasal 43, ayat 4,5,7,9,11,13 dan 15. Beberapa kali dalam ayat-ayat yang lainpun demikian. Jadi jika Anda perhatikan ayat-ayat kitab suci agama Parsis, Anda akan bisa memahami konsep yang benar tentang Tuhan Yang Maha Esa di dalam agama Parsisme/ Zoroasterisme. (baca selanjutnya..)

baca dari awal : Konsep Ketuhanan

This entry was posted in Konsep Ketuhanan. Bookmark the permalink.

9 Responses to Agama Zoroasterisme

  1. Pingback: Agama Sikh (Cabang Agama Hindu) | Konsep Ketuhanan

  2. Judhianto says:

    Untuk informasi lebih lanjut tentang Zoroaster dan hubungannya dengan agama samawi, bisa dilanjut baca tulisan berikut:
    Ke Agama Zoroaster Kita Belajar

  3. Pingback: Popular Webdirectory

  4. Pingback: 41267296653

  5. Pingback: louis vuitton store

  6. Pingback: maillot de foot

  7. Pingback: maillot de foot 2013

  8. Pingback: maillot pologne lewandowski

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>